KRITIK TERHADAP PUISI “PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA” KARYA HARTOYO HADANGJAJA
KRITIK TERHADAP PUISI “PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA” KARYA HARTOYO HADANGJAJA Oleh: Septiya Ajeng Tri Rahayu 04431053 Membaca Isi dari puisi “Perempuan-Perempuan Perkasa” karya Hartoyo Andangdjaja di atas adalah ”kisah perjuangan”. Tokoh utama dari puisi di atas adalah para ibu-ibu desa yang bekerja mulai dari dini hari. Mereka terus bekerja walau penat dan letih menghampiri. Mereka berangkat ke stasiun dengan berjalan kaki walau dalam keadaan gelap gulita. Mereka berlomba dengan waktu. Puisi tersebut sebagai Pelambangan / symbol, Pelambangan terdiri dari 4 lambang, yaitu lambang benda, lambang warna, lambang bunyi dan lambang suasana. Tetapi pada puisi ini hanya terdapat 2 pelambangan saja, yaitu ;simbol benda sebelum peluit kereta api terjaga ; hari masih pagi atau dini hari di atas roda-roda baja mereka berkendara ; para ibu-ibu berkendara kereta api untuk menuju pasar Puisi tersebut juga terdapat simbol suasana Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta ; m...