Tinjauan Kritik Sastra Ekspresif dalam Cerpen "Misteri Kematian Aida" karya Jhose


Tinjauan Kritik Sastra Ekspresif dalam Cerpen "Misteri Kematian Aida" karya Jhose

Cerpen berjudul “Misteri Kematian Aida” karya Jhose ini mengangkat tentang kasus pembunuhan  yang mengakibatkan murid kelas 2 SMP Gunung Putri yang bernama Aida meninggal dunia. Sebagian orang menduga bahwa Aida mati terbunuh oleh pamannya sendiri yang bernama Warsito. Warsito ialah seorang buronan yang kabur dari penjara beberapa hari yang lalu dan ingin membalas dendam akan dirinya yang masuk penjara akibat ulah ayah Aida. Namun beberapa sahabat dan Guru Aida juga nampak mencurigakan karena bertingkah aneh serta ketakutan seperti telah melakukan pembunuhan tersebut.
Dalam cerpen tersebut pengarang menggambarkan watak Aida yang cerdas, baik hati dan tidak sombong sehingga orang-orang bertanya-tanya mengapa gadis manis dan baik bisa terbunuh secara sadis di Perkebunan Tebu dengan selakangan tercacah. Dan dengan pengambaran watak ini bermunculan konflik-konflik dan dugaan pembunuhan  oleh orang dalam.  Pengarang juga menggambarkan sosok teman-teman Aida seperti Nuri, Andi dan Aris, Nuri yang sejak awal ialah musuh bebuyutan dari Aida pada mulanya juga heran mengapa Aida  bisa mati dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Kemudian Aris yang bertingkah aneh karena bokongknya merasa kesakitan dan tampak gemetaran saat guru membicarakan tentang Aida. Perilaku aneh para tokoh yang ada dalam cerpen tersebut memberikan dugaan-dugaan yang mengarah pada pembunuh Aida yang sebenarnya. Hal ini lah yang membuat cerpen yang berjudul “ Misteri Kematian Aida” sangat menarik karena, pembaca terus bertanya-tanya siapakah pembunuh Aida yang sebenarnya .
Kejadian yang terdapat dalam cerpen ini sangat jelas tergambar misalnya, di Sekolah dibuktikan bayak murid dan banyak guru yang sedang malaksanakan proses pembelajaran dan ada salah satu guru yang mengabaikan kewajibanya. Di Perkebunan Tebu terdapat aksi kejar-kejaran yang dilakukan para penjahat kepada Andi dan lain sebagainya. Latar yang jelas tersebut membuat pembaca mengerti secara jelas dimanakah tokoh tersebut berada secara konkret (nyata). Hal ini penting untuk memberi kesan realistis kepada pembaca sehingga memberikan nuansa seoalah-olah kejadian tersebut benar-benar sedang terjadi dalam cerita tersebut.
Dalam cerpen ini juga menggambarkan prilaku yang tidak lazim dilakukan oleh para guru yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada muridnya. Beberapa guru tidak peduli atas kematian Aida karena menganggap kematian aida hanyalah angin lalu yang tidak pantas untuk di kenang. Dan pada akhir cerita terbongkar bahwa guru Budi lah yang membunuh Aida karena ketahuan mencabuli siswa yang bernama Aris. Cerpen ini memberikan citra buruk terhdap guru yang bernama Budi karena, ia tidak pantas disebut guru juga tidak pantas dijadikan panutan oleh murid-muridnya.
cerpen ini juga tidak banyak menggunakan kata-kata konotasi, sehingga pengarang secara terus terang dan blak-blakan mengisahkan setiap kejadian yang dilakukan orang-orang terdekat korban. Sehingga apa yang ditulis tergambar meskipun tidak menyeluruh. Kekurangan lain yang terapat dalam cerpen ini ialah alurnya yang cenderung datar tidak membuat pembaca merasa mengetahui awal mula kejadian pembunuhan dan hanya menebak-nebak saja.
Kemudiaan cerita yang ditulis terlalu lebar  dan diulang- ulang sehingga pembaca kurang memahami isi akibatnya cerita kurang efektif dan bertele-tele.  Namun kelebihan dari alur yang maju inilah pembaca di buat penasaran siapa pembunuh sebenarnya dalam cerpen tersebut.
Cerpen Misteri Kematian Aida juga memberikan amanat yang baik karena dijelaskan oleh para penegak hukum bahwa siapa yang berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Seorang harus berani mengakui kesalahan yang dilakukan, dan kebenaran itu harus ditegakkan.  Hal tersebut aadalah salah satu kelebihan cerpen ini sehingga pembaca dapat menemukan pencerahan selepas membaca cerpen “ Misteri Kematiaa Aida” karya Jhose ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna Lagu One More Chance "Super Junior"

SUSUNAN SOAL KETRAMPILAN BERBICARA MURID SMA (FORMAT PENILAIAN KOMPONENEN BERBICARA DAN PEDOMAN PENSKORAN NILAI)

Kesenian Jaranan "Turonggo Joyo Saputro" Wates-Kediri Jawa Timur