Anti Sosial
Menjadi pendiam dan tidak menyukai keramaian kupikir akan menjaadi malapetaka. Menjadi orang yang paling terasingkan itu menyebalkan itulah menurutku. ya,,, memang !! karena aku telah mengalaminya hampir seumur hidupku.
Ketika Orang lain pergi bermain bersama teman-teman aku hanya diam saja dirumah menyendiri bersama laptop kesayananku...
Ketika semua orang menghabiskan waktu bersama pacar, aku hanya berkutat dengan laptopku...
Ketika orang tua dan saudara berkumpul, aku hanya menunduk dan tidak berani mengankat kepalaku.
Memiliki teman juga teman hanya sekedar kenal. Itupun lewat jejaring sosial. setelah beberapa saat teman itu pun hilang entah kemana.
Pandangan orang-orang tidak sama dengan pandanganku, orang lain bisa menyesuaikan dengan cepat dan melihat ke banyak orang
Sedangkan, aku pandanganku terbatas, aku tidak berani menatap mata orang secara langsung..
Entahlah, aku juga tidak tahu mengapa perilakuku seperti ini...
Aku juga merasa mual dan pusing saat ditempat umum, tapi aku berusaha untuk menahanya........
Saat aku bertemu orang baru aku berfikir kalau semua dari mereka adalah orang jahat yang harus dijauhi....
entah kapan pikiran itu muncul, aku tidak pernah bisa mempercayai satu orang pun termasuk keluargaku...
Sesekali terlintas dipikiranku jika didunia ini hanya memiliki satu teman saja, mungkin aku tidak akan merasa kesepian, namun sebuah trauma tersendiri bagiku untuk mempercayai orang lain..
Aku hanya diam dan memperhatikan orang yang terlintas dalam pandanganku, aku anti sosial bukan berati aku tidak mengamati orang disekelilingku. aku melihat mereka dr ujung kaki hingga kepala apa yang mereka kenakan, apa yang mereka bawa, apa yang mereka perbincangkan aku melihat semua. Tapi entah kenapa aku begitu apatis. dan enggan untuk ikut merkerumun bersama mereka.
Soal bersosialaisasi apakah aku tidak pernah mencoba? ya aku pernah mencoba, tapi apa yang terjadi aku hanya diam tidak dapat berbicara, seperti pakaian lusuh yang tercecer dan diinjak.
aku bingung memulai berkata A, e O
aku bingung memulai menyapa
aku bingung mulai menanggapinya seperti apa
akupun hanya menunduk.....
Mereka menyebutku orang aneh yang pemalu apatis dll,
aku menyadari kepribaadianku sangata buruk
aku tidak pernah bisa merasa dekat dengan orang disekelilingku termasuk keluargaku
butuh waktu yang sangat lamaaaaaaaaaaaaaa untuk membuat aku bisa bicara dengan mereka.
Saat Usiaku 18 Tahun, saat itu aku masih kuliah ada tugas magang dari universitas, aku ditugaskan magang disalah satu perusahaan untuk menjadi marketing. Hal pertama yang terlintas diotakku, bagaimana ini ? apakah aku bisa?
aku tipe orang yang sangat pendiam.
berinteraksi dengan orang saja susah bagiku
tapi kalau aku tidak magang bagaiman nilaiku?
saat itu aku jadi semakin bingung dan mau tidak mau menerima apa yang menjadi peraturan universitas.
Saat menjadi marketing aku benar2 gugup dan tidak tau harus berkata apa.. tangan dan kakiku gemetaran.
Hingga rasanya mau mati saja
Tapi ada seorang anggap saja team leader dr perusahaan tempatku magang berkata..
pada saat itu mungkin dia tahu yang menjadi kekuranganku.
Kau mau menjadi apa? aku hanya diam
Semua orang memiliki kekurangan, aku hanya menunduk
Kmu tahu buah apel? aku mengangguk
jika satu sisi nya busuk apa yang kau lakukan, membuang semua dagingnya apa membuang yang busuk dan memakan yang masih layak?
Aku terdiam, lalu orang itu berkata
Jika kamu memiliki kekurangan buang semua kekuranganmu, tutupi dengan kelebihanmu.. kelebihanmu itu kau sangat rajin, buang hal2 yang busuk.
Tidak akan ada orang yang membantumu, hidup ini kejam kau harus berupaya mewujudkan cita-citamu. Sendiri !!! jangan pernah bergantung dan merasa menyesal atas kekurangan
Tuhan menciptakan seseorang bukan tanpa sebab, kau bukan parasit, jangan menganggap dirimu rendah hingga merasa minder.
apa yang dikatakan orang itu benar2 tapat sasaran, aku selama ini menggangap diriku sendiri adalah orang yang sangat kurang dalam hal apapun. hal yang membuatku membatasi berinteraksi dengan orang lain ialah karena aku menganggap diriku lemah dan tidak layak untuk bertemu dengan siapapun.
Aku berfikir apa yang telah aku lakkukan sesama ini, sangat tidk mudah untuk bertemu apalagi berbicara dengan orang lain. tapi setidaknya aku harus terus mencoba.
Terlepas dari itu aku memutuskan untuk mencoba menawarkan kartu kredit yang menjadi bagian dari tugas marketing kartu kredit.
Semalaman aku tidak tidur menghafalkan apa saja kartu credit serta benefit dll, dan berlatih didepan kaca.
Aku sudah sangat berusaha semalaman.....................
Dan keesokan harinya saat aku menjalankan tugasku sebagai marketing, aku melakukan corporate di salah satu PT, ketika aku hendak berbicara
bukanya berbicara aku malah hanya menatap calon nasbah yang aku tawari
aku gemetaran ngomong A,,,e
lalu pingsann T.T
Semenjak kejadian itu aku benar2 berfikir bahwa masalahku kali ini benar2 masalah besar. sikap dan prilakuku ini tidak akan mudah dirubah begitu saja. kekuranganku untuk berbicara dengan orang lain benar-benar hal yang harus menjadi perhatian khusus. Dimana keluargaku? Entahlah... mereka juga tidak dapat membantu banyak...............
Team Leaderku berkata, kamu pasti bisa tunjukan padaku bahwa kamu bukan seorang pecundang yang menerima kekalahan, ingatlah mimpi2mu. semenjak itu aku jadi bisa survive
Beberapa bulan sejak aku magang di perusahaan itu aku mulai sedikit demi sedikit membuang kekuranganku itu, namun masih seringkali aku merasa apatis kembali dan menundukan kepalaku.
Hingga suatu saat program magang itupun berakhir, hal yang dapat aku jadikan pengalaman disini adalah aku bertemu dengan team leader yang sangan humble dan begitu perhatian dengan timnya. Baik sekali dia adalah sosok idola bagiku...
Dia menjadikan aku sedikit berani bertemu dengan orang-orang baru, sedikit berani mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan dan juga berbicara dengan orang meskipun hanya 10%. Aku merasa beruntung telah diberikan kesempatan untuk magang diperusahaan ini. meskipun kepribadianku tidak dapat dirubah namun paling tidak aku sudah tidak seperti orang yang 3 bulan lalu. menatap mata orang saja tidak berani, berbicara saja gelagapan. malu bertemu banyak orang dll.
TBC
Ketika Orang lain pergi bermain bersama teman-teman aku hanya diam saja dirumah menyendiri bersama laptop kesayananku...
Ketika semua orang menghabiskan waktu bersama pacar, aku hanya berkutat dengan laptopku...
Ketika orang tua dan saudara berkumpul, aku hanya menunduk dan tidak berani mengankat kepalaku.
Memiliki teman juga teman hanya sekedar kenal. Itupun lewat jejaring sosial. setelah beberapa saat teman itu pun hilang entah kemana.
Pandangan orang-orang tidak sama dengan pandanganku, orang lain bisa menyesuaikan dengan cepat dan melihat ke banyak orang
Sedangkan, aku pandanganku terbatas, aku tidak berani menatap mata orang secara langsung..
Entahlah, aku juga tidak tahu mengapa perilakuku seperti ini...
Aku juga merasa mual dan pusing saat ditempat umum, tapi aku berusaha untuk menahanya........
Saat aku bertemu orang baru aku berfikir kalau semua dari mereka adalah orang jahat yang harus dijauhi....
entah kapan pikiran itu muncul, aku tidak pernah bisa mempercayai satu orang pun termasuk keluargaku...
Sesekali terlintas dipikiranku jika didunia ini hanya memiliki satu teman saja, mungkin aku tidak akan merasa kesepian, namun sebuah trauma tersendiri bagiku untuk mempercayai orang lain..
Aku hanya diam dan memperhatikan orang yang terlintas dalam pandanganku, aku anti sosial bukan berati aku tidak mengamati orang disekelilingku. aku melihat mereka dr ujung kaki hingga kepala apa yang mereka kenakan, apa yang mereka bawa, apa yang mereka perbincangkan aku melihat semua. Tapi entah kenapa aku begitu apatis. dan enggan untuk ikut merkerumun bersama mereka.
Soal bersosialaisasi apakah aku tidak pernah mencoba? ya aku pernah mencoba, tapi apa yang terjadi aku hanya diam tidak dapat berbicara, seperti pakaian lusuh yang tercecer dan diinjak.
aku bingung memulai berkata A, e O
aku bingung memulai menyapa
aku bingung mulai menanggapinya seperti apa
akupun hanya menunduk.....
Mereka menyebutku orang aneh yang pemalu apatis dll,
aku menyadari kepribaadianku sangata buruk
aku tidak pernah bisa merasa dekat dengan orang disekelilingku termasuk keluargaku
butuh waktu yang sangat lamaaaaaaaaaaaaaa untuk membuat aku bisa bicara dengan mereka.
Saat Usiaku 18 Tahun, saat itu aku masih kuliah ada tugas magang dari universitas, aku ditugaskan magang disalah satu perusahaan untuk menjadi marketing. Hal pertama yang terlintas diotakku, bagaimana ini ? apakah aku bisa?
aku tipe orang yang sangat pendiam.
berinteraksi dengan orang saja susah bagiku
tapi kalau aku tidak magang bagaiman nilaiku?
saat itu aku jadi semakin bingung dan mau tidak mau menerima apa yang menjadi peraturan universitas.
Saat menjadi marketing aku benar2 gugup dan tidak tau harus berkata apa.. tangan dan kakiku gemetaran.
Hingga rasanya mau mati saja
Tapi ada seorang anggap saja team leader dr perusahaan tempatku magang berkata..
pada saat itu mungkin dia tahu yang menjadi kekuranganku.
Kau mau menjadi apa? aku hanya diam
Semua orang memiliki kekurangan, aku hanya menunduk
Kmu tahu buah apel? aku mengangguk
jika satu sisi nya busuk apa yang kau lakukan, membuang semua dagingnya apa membuang yang busuk dan memakan yang masih layak?
Aku terdiam, lalu orang itu berkata
Jika kamu memiliki kekurangan buang semua kekuranganmu, tutupi dengan kelebihanmu.. kelebihanmu itu kau sangat rajin, buang hal2 yang busuk.
Tidak akan ada orang yang membantumu, hidup ini kejam kau harus berupaya mewujudkan cita-citamu. Sendiri !!! jangan pernah bergantung dan merasa menyesal atas kekurangan
Tuhan menciptakan seseorang bukan tanpa sebab, kau bukan parasit, jangan menganggap dirimu rendah hingga merasa minder.
apa yang dikatakan orang itu benar2 tapat sasaran, aku selama ini menggangap diriku sendiri adalah orang yang sangat kurang dalam hal apapun. hal yang membuatku membatasi berinteraksi dengan orang lain ialah karena aku menganggap diriku lemah dan tidak layak untuk bertemu dengan siapapun.
Aku berfikir apa yang telah aku lakkukan sesama ini, sangat tidk mudah untuk bertemu apalagi berbicara dengan orang lain. tapi setidaknya aku harus terus mencoba.
Terlepas dari itu aku memutuskan untuk mencoba menawarkan kartu kredit yang menjadi bagian dari tugas marketing kartu kredit.
Semalaman aku tidak tidur menghafalkan apa saja kartu credit serta benefit dll, dan berlatih didepan kaca.
Aku sudah sangat berusaha semalaman.....................
Dan keesokan harinya saat aku menjalankan tugasku sebagai marketing, aku melakukan corporate di salah satu PT, ketika aku hendak berbicara
bukanya berbicara aku malah hanya menatap calon nasbah yang aku tawari
aku gemetaran ngomong A,,,e
lalu pingsann T.T
Semenjak kejadian itu aku benar2 berfikir bahwa masalahku kali ini benar2 masalah besar. sikap dan prilakuku ini tidak akan mudah dirubah begitu saja. kekuranganku untuk berbicara dengan orang lain benar-benar hal yang harus menjadi perhatian khusus. Dimana keluargaku? Entahlah... mereka juga tidak dapat membantu banyak...............
Team Leaderku berkata, kamu pasti bisa tunjukan padaku bahwa kamu bukan seorang pecundang yang menerima kekalahan, ingatlah mimpi2mu. semenjak itu aku jadi bisa survive
Beberapa bulan sejak aku magang di perusahaan itu aku mulai sedikit demi sedikit membuang kekuranganku itu, namun masih seringkali aku merasa apatis kembali dan menundukan kepalaku.
Hingga suatu saat program magang itupun berakhir, hal yang dapat aku jadikan pengalaman disini adalah aku bertemu dengan team leader yang sangan humble dan begitu perhatian dengan timnya. Baik sekali dia adalah sosok idola bagiku...
Dia menjadikan aku sedikit berani bertemu dengan orang-orang baru, sedikit berani mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan dan juga berbicara dengan orang meskipun hanya 10%. Aku merasa beruntung telah diberikan kesempatan untuk magang diperusahaan ini. meskipun kepribadianku tidak dapat dirubah namun paling tidak aku sudah tidak seperti orang yang 3 bulan lalu. menatap mata orang saja tidak berani, berbicara saja gelagapan. malu bertemu banyak orang dll.
TBC
Komentar
Posting Komentar