INVENTARISASI MASALAH-MASALAH YANG MUNCUL DALAM PENERAPAN MANAGEMEN BERBASIS SEKOLAH DAN MANFAATNYA

 

MANAGEMEN BERBASIS SEKOLAH

Logo UT - Universitas Terbuka
 

 

 

 

 


INVENTARISASI MASALAH-MASALAH YANG MUNCUL DALAM PENERAPAN MANAGEMEN BERBASIS SEKOLAH DAN MANFAATNYA

 

 

 

MANAGEMEN BERBASIS SEKOLAH

SEPTIYA AJENG TRI RAHAYU

044310538

 

 

 

 

UPBJJ

MALANG

FakultasKeguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Terbuka

2023.1


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur saya  panjatkan kepada Allah SWT, atas nikmat karunia dan petunjuknya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah yang berjudul "Inventerisasi Masalah-masalah yang muncul dalam penerapan MBS beserta Manfaatnya". Makalah ini mempunyai tujuan agar mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan masalah-masalah apa saja yang muncul dalam penerapan MBS di sekolah dan manfaat apa yang dirasakan  dengan diterapkan manajemen berbasis sekolah.

Dan sebagai penulis, menyadari bahwa masih banyak kesalahan dan kekurangan yang membuat makalah projek ini kurang sempurna. Penulis hanya berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan penulis. Tugas satu ini dibuat untuk memenuhi tugas Manajemen Berbasis Sekolah.Dengan menyelesaikan tugas makalah, penulis berharap semoga denganprojectyang kurangsempurna ini dapat memberikan banyak manfaat yang dapat kita ambil.

 

 

                                                                                    Kediri, 10 Mei 2023

 

 

 

                                                                                    Septiya Ajeng Tri Rahayu


BAB 1

PENDAHULUAN

 

 

A.    Latar Belakang

 

Pada hakikatnya pendidikan adalah bertujuan untuk memanusiakan manusia, mendewasakan, mengubah prilaku serta meningkatkan kualitas manusia agar menjadi lebih baik sehingga mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Oleh karenanya kemajuan suatu bangsa dapat ditandai dan diukur dari kemajuan pendidikanya, karena kemajuan dari beberapa negara di dunia ini dimulai dan dicapai.

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang bersifat universal, untuk seluruh umat manusia dimanapun dan kapanpun. Di Indonesia pendidikan merupakan kebutuhan seluruh warga negara, karena pendidikan merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kualitas suatu bangsa. Penerapan Managemen  berbasis sekolah memiliki berbagai permasalahan.

Permasalahan yang ditemui pada tingkatan sekolah  salah satunya di SMP Islam Plus Hidayatut Thullab, berkaitan dengan Inventarisasi MBS adalah kualitas para siswa baik di bidang akademik maupun non akademik masih belum menunjukan hasil yang diharapkan dan mampu meningkatkan kualitas di sekolah, hal ini terlihat dari pelaksanaan pembelajaran yang tidak menarik perhatian siswa. Selanjutnya tenaga kependidikan yang mengajar kurang berdedikasi terhadap tanggung jawabnya sebagai tenaga pengajar. Kurangnya dedikasi tersebut dikarenakan ada beberapa guru masih mendapatkan insentif yang rendah. Insentif yang rendah karena mayoritas guru merupakan guru tidak tetap.

Hal ini disebabkan rendahnya motivasi guru dalam mengembangkan program pembelajaran. Khusus masalah implementasi MBS masih belum sepenuhnya berjalan. Hal ini terlihat masih terdapat guru yang mengajar tidak linier, serta sarana prasarana belum semua terpenuhi. Dalam komponen sarana dan prasarana belum memenuhi kebutuhan. Prosentase siswa lebih banyak daripada ketersediaan ruang-ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan ruang keterampilan.

 

 

 

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Inventarisasi masalah-masalah apa saja yang muncul dalam penerapan MBS di lingkungan sekolah di SMP Islam Plus Hidayatut Thullab  ?

2.      Apa saja  manfaat yang ada dengan diterapkanya MBS di SMP Islam Plus Hidayatut Thullab ?

 

C.    TUJUAN  PENULISAN MAKALAH

1.      Mengetahui masalah-masalah yang muncul dalam penerapan Managemen berbasis sekolah.

2.      Mengetahui apa saja manfaat dengan adanya penerapan managemen berbasis sekolah di lingkungan sekolah.


BAB II

LANDASAN TEORI

 

A. Konsep Dasar Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah

1. Pengertian MBS

a. Pengertian MBS Istilah manajemen berbasis sekolah muncul pertama kali di Amerika Serikat ketika masyarakat mulai mempertanyakan relevansi pendidikan dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat setempat. MBS merupakan paradigma baru pendidikan , yang memberikan otonomi luas kepada tingkat sekolah dalam rangka kebijakan pendidikan nasional. Otonomi diberikan agar sekolah leluasa mengelola sumberdaya dan sumber dana dengan alokasi kebutuhan setempat.

Secara bahasa, MBS berasal dari tiga kata yaitu manajemen, berbasis, dan sekolah. Manajemen adalah proses mengunakan sumber daya secara efektitif untuk mencapai sasaran. Berbasis memiliki kata dasar basis yang berarti dasar atau asas. Sekolah adalah lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat untuk menerima dan memberikan pelajaran. Berdasarkan makna leksikal tersebut MBS dapat diartikan sebagai penggunaan sumberdaya yang berasaskan pada sekolah itu sendiri dalam proses pengajaran atau pembelajaran.

b. Prinsip-prinsip MBS dan Karakteristik MBS

 Prisip-prinsip MBS Agar sukses, para pengelola patut mempedulikan prinsip-prinsip MBS, sebagai berikut: a. MBS berpendirian bahwa dalam lingkungan organisasi-organisasi yang demokrasi, power (kekuasan,kewenangan) perlu dibagi-bagikan secara arif,karena menghargai abilitas dan motif-morif rekan sejawat dalam mencapai tujuan-tujuan oraganisasi. b. Implementasi MBS secara sukses menghendaki pemahaman dan penerimaan semua pihak,bahwasanya misi persekolahan yang esensial yaitu the intructions ofstudentsterjadi di kelas, dan bahwa semua aktifitas Kendep Diknas/Kanwil Depdiknas hanyalah sebagai penunjang pendidikan, pengajaran, pembelajaran bagi peserta didik. c. Dalam lingkungan MBS tenaga-tenaga personil sekolah tidak disupervisi sebagai bawahan, tetapi sebagai sejawat yang bekerja sama.

 

Proses Sekolah yang efektif pada umumnya memiliki karakteristik sebagi berikut: a) Proses belajar mengajar yang efektivitasnya tinggi b) Kepemimpinan sekolah yang kuat c) Lingkungan sekolah yang aman dan tertib d) Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif e) Sekolah memiliki budaya mutu f) Sekolah memiliki teamwork yang kompak, cerdas, dan dinamis g) Sekolah memiliki kewenanganataukemandirian h) Peran aktif yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat i) Sekolah memiliki keterbukaan manajemen j) Sekolah memiliki kemauan untuk berubah k) Komunikasi yang baik l) Sekolah memiliki akuntabilitas.

Definisi MBS diuraikan lebih rinci sebagai suatu pendekatan politik yang bertujuan untuk melakukan redesain terhadap pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan pada kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, kepala sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat (Fattah, 2004).

Satu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam mengimplementasikan MBS diharapkan agar kepala sekolah dan seluruh pengelolaan sekolah  dapat lebih baik dalam mengelola sekolahnya serta lebih kreatif dan inovatif, karena disamping memiliki kebebasan untuk bergerak, juga secara moral kepala sekolah bertanggung jawab langsung kepada masyarakat yang telah ikut mempromosikan dan memilihnya menjadi kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah yang baik adalah salah satu faktor pendukung keberhasilan MBS.

 Implementasi MBS akan berhasil jika ditopang oleh kemampuan profesional kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola sekolah secara efektif dan efisien, serta mampu menciptakan iklim organisasi yang kondusif untuk proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepala sekolah dalam mengimplementasikan MBS, hambatan-hambatan yang dihadapi kepala sekolah upaya-upaya mengatasi hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam mengimplementasikan MBS.

Melaksanakan fungsi-fungsi manajemen pada prinsipnya sama dilembaga manapun hal itu dilakukan, perbedaannya hanyalah terletak pada penerapannya, menyangkut luas ruang lingkup dan kebutuhan masingmasing. Manajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu proses kerjasama yang sistematik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dalam hal ini (Suryosubroto, 2004:16) manangkap bahwa kegiatan-kegiatan manajemen pendidikan meliputi kegiatan yang berhubungan dengan bidang administrasi material, administrasi personal, juga administrasi kurikulum.


 

III

PEMBAHASAN

3.1  Inventarisasi masalah-masalah apa saja yang muncul dalam penerapan MBS di lingkungan sekolah di SMP Islam Plus Hidayatut Thullab  ?

 

A.    Pelaksanaan manajemen pendidikan dalam meningkatkan mutu lulusan dan implementasi manajemen berbasis sekolah .

 Peningkatan mutu pendidikan sangat ditentukan oleh kegiatan atau aktivitas pengelolaan pendidikan yang dilakukan oleh kepala sekolah. Uraian di atas sejalan dengan pendapat (Komariah dan Mulyani, 2008: 88) menyatakan bahwa manajemen pendidikan adalah suatu penataan bidang garapan pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pembinaan, pengkoordinasian, pengkomunikasian, pemotivasian, penganggaran, pengendalian, pengawasan, penilaian dan pelaporan secara sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan secara berkualitas.

Permasalahan yang dihadapi kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen kurikulum, peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, keuangan, sarana dan prasarana pendidikan dan hubungan sekolah dengan masyarakat dalam mengimplementasikan MBS Penerapan model manajemen pendidikan di SMP Islam Plus Hidayatut Thullab ini masih mengalami masalah. Masalah tersebut terjadi antara lain karena kurangnya pemahaman tentang konsep manajemen pendidikan itu sendiri oleh pihak-pihak terkait seperti guru.

 Karena kurangnya pemahaman tersebut, akibatnya pihak sekolah sulit mengembangkan berbagai komponen manajemen yang ada dalam konsep manajemen pendidikan, seperti manajemen kurikulum, manajemen keuangan, manajemen sarana, manajemen kesiswaan, manajemen sumber daya manusia dan manajemen hubungan masyarakat dengan sekolah. Manajemen pendidikan juga menuntut kemandirian sekolah, sehingga bagi sekolah yang kekurangan sumber dana akan sedikit kesulitan dalam menerapkan kemandirian tersebut.

B.     Sekolah dalam rangka menerapkan manajemen pendidikan harus mampu berpartisipasi aktif dengan masyarakat, sehingga sekolah dapat mengetahui dan merespon segala kebutuhan yang sedang berkembang di masyarakat. Berdasarkan kedua hasil penelitian di atas bahwa hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen pendidikan yaitu menyangkut kualitas sumber daya manusia baik kepala sekolah, guru, staf dan komite. Selain itu pelaksanaan administrasi pendidikan yang belum optimal dan partisipasi masyarakat yang masih kurang.

Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan manajemen pendidikan sejalan dengan Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, (2009:296-302), kualitas yang dicapai oleh siswa atau suatu pendidikan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang datang dari dalam maupun dari luar, faktor-faktor tersebut antara lain: a) Sumber daya; sekolah harus mempunyai fleksibilitas dalam mengatur semua sumber daya sesuai dengan kebutuhan setempat.

Selain pembiayaan operasional atau administrasi, pengelelolaan keuangan harus ditujukan untuk: − Memperkuat sekolah dalam menentukan dan mengisolasikan dana sesuai dengan skala prioritas yang telah ditetapkan untuk proses penigkatan kualitas − Pemisahan antara biaya yang bersifat akademis dari proses pengadaannya − Pengurangan kebutuhan birokrasi pusat. b) Pertanggung jawaban (accuantability); sekolah dituntut memiliki akuntabilitas baik kepada masyarakat maupun pemerintah. Hal ini merupakan perpaduan antara komitmen terhadap standar keberhasilan dan harapan atau tuntutan orang tua atau masyarakat.

C.      Pertanggung jawaban ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa dana masyarakat digunakan sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan jika mungkin untuk menyajikan informasi mengenai apa yang sudah dikerjakan. Untuk itu setiap sekolah harus memberikan laporan pertanggung jawaban dan mengomunikasikannya dengan orang tua atau masyarakat dan pemerintah, dan melaksanakan kaji ulang secara komprehensif terhadap pelaksanaan program prioritas sekolah dalam proses peningkatan kualitas pendidikan.

Berdasarkan standar kurikulum yang telah ditentukan secara nasional, sekolah bertanggung jawab untuk emngembangkan kurikulum baik dari standar materi (content) dan proses penyampaiannya. Melalui penjelasan bahwa materi tersebut ada manfaat dan relevansinya terhadap siswa, sekolah harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan semua indra dan lapisan otak serta mencipttakan tantangan agar siswa tumbuh dan berkembang secara intelektual dengan menguasai ilmu pengetahuan, ketrampilan, memiliki sikap arif dan bijaksana, karakter dan memiliki kematangan

Sejalan dengan desentralisasi pendidikan yang mengarah pada otonomi sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah dan lulusan, berdasarkan hasil penelitian pada Sekolah SMP Islam Plus Hidayatut Thullab sebagai salah satu lembaga telah menerapkan manajemen pendidikan dalam hal pengelolaan lembaganya yang terusmenerus mengalami dinamika yang menuntut untuk lebih meningkatkan kualitas lembaganya.

 Adapun pelaksanaan manajemen pendidikan di SMP Islam Plus Hidayatut Thullab meliputi bidang-bidang manajemen pendidikan adalah sebagai berikut:

a.       Manajemen kurikulum b.Manajemen peserta didik c. Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan d. Manajemen keuangan e. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan f. Manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat

b.      Dengan demikian Kepala Sekolah SMP Islam Plus Hidayatut Thullab harus mampu membangkitkan semangat kerja yang tinggi. Harus mampu mengembangkan staf untuk bertumbuh dalam kepemimpinannya. Kiat yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mengimplimentasikan kebijakan manajemen pendidikan dengan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan dan mengawasi sumber daya yang ada sehingga menghasilkan hasil yang optimal.

Ini berarti Kepala Sekolah SMP Islam Plus Hidayatut Thullab harus mampu membagi wewenang dalam pengambilan keputusan, sebab banyaklah tanggungjawab yang harus dilaksanakannya. Agar tugas-tugas ini berhasil baik kepala sekolah perlu melengkapi diri baik perlengkapan pribadi maupun perlengkapan profesi. Manajemen sebagai proses kerja sama melalui orang-orang atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi diterapkan pada semua bentuk dan jenis organisasi.

Sekolah dalam rangka menerapkan manajemen pendidikan harus mampu berpartisipasi aktif dengan masyarakat, sehingga sekolah dapat mengetahui dan merespon segala kebutuhan yang sedang berkembang di masyarakat. Berdasarkan kedua hasil penelitian di atas bahwa hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen pendidikan yaitu menyangkut kualitas sumber daya manusia baik kepala sekolah, guru, staf dan komite. Selain itu pelaksanaan administrasi pendidikan yang belum optimal dan partisipasi masyarakat yang masih kurang.

Seluruh anggota Sekolah bertanggung jawab dan terlibat dalam proses perekrutan (dalam arti menentukan jenis guru yang diperlukan) dan pembinaan struktural staf sekolah (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan staf lainnya). Sementara itu pembinaan profesional dalam rangka pembangunan kapasitas atau kemampuan kepala sekolah dan pembinaan ketrampilan guru dalam pengimplementasian kurikulum termsuk staf kependidikan lainnya dilakukan secara terus menerus atas inisiatif sekolah. Untuk itu birokrasi diluar sekolah berperan untuk menyediakan wadah dan instrumen pendukung. Dalam konteks ini pengembangan profesional harus menunjang penngkatan mutu dan penghargaan terhadap prestasi perlu dikembangkan.

Mutu pendidikan atau mutu sekolah tertuju pada mutu lulusan, merupakan suatu yang mustahil, pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu, jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. Proses pendidikan yang bermutu harus didukung oleh personalia, seperti administrator, guru, konselor, dan tata usaha yang bermutu dan profesional. Hal tersebut didukung pula oleh sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas, media serta sumber belajar yang memadai, baik mutu maupun jumlahnya, dan biaya yang mencukupi, manajemen yang tepat serta lingkungan yang mendukung

B. Manfaat yang ada dengan diterapkanya MBS di SMP Islam Plus Hidayatut Thullab.

1.      Meningkatkan Mutu dan  Pemerataan Pendidikan.

Meningkatkan efesiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan, peningkatan efesiensi diperoleh melalui keluasaan pengelola sumber daya yang ada, peran aktif masyarakat, dan penyederhanaan birokrasi. Peningkatan mutu dapat diperoleh melalui peran aktif orang tua, kelenturan pengelolaan sekolah, peningkatan profesionalisme guru. Pemerataan pendidikan tampak pada tumbuhnya lingkungan sekolah dan situasi belajar mengajar di sekolah tersebut.

Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya sehingga personil sekolah dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan sekolahnya. Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan di kembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolah lah yang paling tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya. Penggunaan sumber daya pendidikan lebih efesien dan efektif bila mana dikontrol oleh masyarakat setempat. Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengambilan keputusan menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat.

2 Mendorong Kreativitas yang lebih besar di tingkat sekolah.

Dengan adanya Managemen berbasis sekolah, dapat diterapkan oleh seseorang dalam rangka memecahkan permasalahan secara efektif dan efisien.  Di, sekolah menghadapi permasalahan yaitu tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka seperti biasa, siswa belajar dari rumah (BDR). Bagaimana agar kegiatan BDR berlangsung secara efektif, hal ini memerlukan inovasi. Guru dituntut untuk mengembangkan kreativitas dalam menciptakan suasana proses belajar mengajar, sehingga BDR menjadi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.

c. Alat menyeimbangakan struktur antar sekolah

 Pemerintah daerah pelaksana proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efesien.Kewenangan terhadap pembelajaran di SMP Plus Hidayatut Thullab diserahkan kepada unit yang paling dekat dengan pelaksanaan proses pembelajaran itu sendiri yaitu sekolah. Disamping itu untuk memberdayakan sekolah agar sekolah dapat melayani masyarakat secara maksimal sesuai dengan keinginan masyarakat tersebut.

Manfaat penerapan MBS adalah untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui kewenangan (otonomi) kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. Lebih rincinya MBS bertujuan untuk: (1) meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia, (2) meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalammenyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama, (3) meningkatkan tanggungjawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya, dan (4) meningkatkan kopetensi yang sehat antar sekolahtentang mutu pendidikan yang akan dicapai.

d. Sebagai system Informasi

Sekolah yang melakukan MBS perlu memiliki informasi yang jelas berkaitan dengan program sekolah. Informasi ini diperlukan agar semua warga sekolah serta masyarakat sekitar bisa dengan mudah memperoleh gambaran kondisi sekolah . Dengan informasi tersebut warga sekolah dapat mengambil peran dan partisipasi. Disamping itu ketersediaan informasi sekolah akan memudahkan pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan akuntabilitas sekolah. Informasi yang amat penting untuk dimiliki sekolah antara lain yang berkaitan dengan: kemampuan guru dan prestasi siswa.

 

e. Sebagai Pengelolaan Kurikulum yang dibuat oleh pemerintah pusat adalah kurikulum standar yang berlaku secara nasional. Padahal kondisi sekolah umumnya sangat beragam. Oleh karena itu, dalam implementasi sekolah dapat mengembangkan (memperdalam, memperkaya, dan memodifikasi), namun tidak boleh mengurangi isi kurikulum yang berlaku secara nasional. Selain itu, sekolah diberi kebebasan untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal.

Pengelolaan Proses Belajar Mengajar Proses belajar mengajar merupakan kegiatan utama sekolah, sekolah diberi kebebasan memilih strategi, metode dan teknik-teknik pembelajaran dan pengajaran yang paling efektif, sesuai dengan karasteriskit mata pelajaran, karasteristik siswa, karasteristik guru, dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah. Secara umum, strategi/metode/teknik pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) lebih mampu memberdayakan prmbrlajaran siswa.

 Pengelolaan Ketenagaan Pengelolaan ketenagaan, mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, rekrutmen, pengembangan, hadiah dan sanksi (reward and punishment), hubungan kerja, sampai evaluasi kinerja tenaga kerja sekolah(guru, tenaga admistrasi, laboran, dan sebagainya) dapat dilakukan oleh sekolah, kecuali yang menyangkut pengupahan/imbal jasa dan rekrutmen guru pegawai negeri yang sampai saat ini masih ditangani oleh pemerintah pusat/daerah.

e. Memungkinkan orang-orang  yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang digunakan untuk meningkatkan kualitas sekolah. Meningkatkan motivasi guru secara luas di semua level.

Pengelolaan manajemen mutu berbasis sekolah di SMP Islam Plus Hidayatut Thullab dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di sekolah menengah pertama. Apalagi jika melihat berbagai macam persoalan yang ada di sekolah tersebut, terutama dalam hal diskriminasi dan kurangnya pemerataan pendidikan dalam lembaga pendidikan . Dalam hal ini sekolah  tetap dapat menjalankan pengelolaan manajemen berbasis sekolah yang kemudian menjadi manajemen berbasis madrasah. Sistem sentralisasi tetap melekat pada madrasah yang berfungsi sebagai kontrol dan pengawasan.


 

PENUTUP

Manajemen berbasis sekolah menghantar pada harapan reformasi sekolah bila diimplementasikan dengan kondisi yang benar, ia menjadi satu dari sekian strategi yang diterapkan dalam pembaruan terus menerus dengan strategi yang melibatkan pemerintah, penyelenggara, dewan menejemen sekolah dalam satu system sekolah.Dari Pembahasan mengenai manajemen berbasis sekolah di atas maka dapat ditari suatu kesimpulan bahwa, tujuan utama MBS adalah untuk menyeimbangkan struktur kewenangan antara sekolah, pemerintah daerah pelaksanaan proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efesien dan tujuan belajar dapat tercapai dengan baik.

 Dalam mengimplemetasikan MBS Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah prinsip yakni, kekuasaan (Kepala Sekolah), pengetahuan, sistem informasi, dan sistem penghargaan. Sedangkan komponennya terdiri dari perencanaan baik itu baik itu evaluasi maupun kurikulum, pengelolaan, yakni proses belajar, ketenangan dan fasilitas, dan hubungan sekolah dan masyarakat serta pengelolaan iklim sekolah.


DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa, E (2021) Manajemen Berbasis Sekolah. Tanggerang Selatan : Universitas Terbuka

Indarno, Jasman. 2002. Kontribusi Penerapan Berbasis Sekolah Terhadap Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Tingkat Dasar di Jawa Tengah. Tesis. Semarang: Program Pasca Sarja Universitas Diponegoro.

Jaeni, Muhammad and Kuntoro, Sodiq A. 2005. Pola Manajemen Keuangan Berbasis Sekolah dan Hubungannya dengan Kinerja Sekolah. Jurnal Penelitian dan Evaluasi. Nomor 1, Tahun VII, 2005. Yogyakarta: PPS-UNY

Rahma Sugihartati. 2004. Implementasi dan Kendala Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Jenjang SD. Jurnal Penelitian Dinamika Sosial. Vol.5 No. 3 Desember 2004. Surabaya: Lembaga Penelitian UNAIR.

Sallis, Edward. 1993. Total Quality Management in Education. London: Kogan Page Limited.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna Lagu One More Chance "Super Junior"

SUSUNAN SOAL KETRAMPILAN BERBICARA MURID SMA (FORMAT PENILAIAN KOMPONENEN BERBICARA DAN PEDOMAN PENSKORAN NILAI)

Kesenian Jaranan "Turonggo Joyo Saputro" Wates-Kediri Jawa Timur