PSIKOLINGUISTIK (Pembelajar B2 Merupakan Individu yang Unik)

 

pembelajar B2 merupakan seorang individu yang unik.

Pembelajar B2 merupakan individu yang unik dalam dunia pendidikan ungkapan individu pembelajar merupakan yang unik, disamping variable minat, motivasi dan sikap yang telah dibahas keunikan  mencangkup pemerolehan B2, Variabel umur IQ, dan kepribadian telah banyak diteliti para ahli.

-         Umur dan pemerolehan B2

Isu kaitanya dengan pemerolehan B2 berkisar pada (1) anak-anak lebih sukses belajar dari pada orang dewasa (2) adanya masa kritis (critical periode)  dalam pelajaran B2. Terdapat asumsi bahwa anak-anak lebih cepat belajar dari pada dewasa. Snow dan Hoefnagek-Hohle (1978) dalam Bradja (1994) menunjukkan bahwa pembelajar B2 usia (12-15 tahun) paling cepat memperoleh bahasa disbanding dengan pembelajar anak (6-10 tahun) dan pembelajar dewasa lebih dari 15 tahun.  Peneliti lain menyatakan bahwa keunggulan kelompok belasan tahun hanya memperoleh aspek struktur, seperti morfologi dan sintaksis. Pada aspek lafal, pembedanya terlalu mencolok. 1/ Baradja (1994:6) menyatakan bahwa keunggulan  kelompok umur belasan tersebut hanya pada pembelajaran di dalam kelas dengan satu orang pengajar, lebih banyak menggunakan strategi kongnitif.  Secara alami kelompok anak-anak masih lebih unggul daripada belasan tahun atau dewasa.

-         IQ Dan pemerolehan B2

Secara tradisional dasar pendefinisian dn pengukuran intelegensi adalah kemampuan bahasa dan berfikir secara logis matematis

-         Keperibadian dan pemerolehan B2

Kepribadian merupakan factor penentu pemerolehan B2 yang bersifat abstrak meski definisi terhadap istilah ini belum pernah dilakukan umumnya orang  sudah memahaminya. Misalnya tergolong introvert  atau  ekstrovert. Kepribadian cukup banyak  namun  ekstroversi dan pengambilan resiko

-         Ekstroversi dan Pemerolehan B2

Di masyarakat anak yang memiliki kepribadian ekstrovert cenderung lebih berhasil dalam usaha pemerolehan B2 dari pada anak introvert.  Hal itu terdapat rasionalisasi  bahwa anak ekstrovert lebih mudah bergaul, lebih mudah menyesuaikan diri dan memiliki bakat bahasa yang tinggi. Baradja (1994) menyatakan tidak ada hubungan yang signifikan atara ekstrovert dan introvert dengan pemerolehan bahasa anak. Pemerolehan yang dimaksudkan adalah pelafalan,tata bahasa dan membaca.

-         Pengambilan resiko pemerolehan B2

Pembelajar B2 yang suka mencoba mempraktikan materi yang diperolehnya meskipun sering salah, disebut pembelajar yang suka mengambil resiko. Secara teknis Ely(1968)  dalam Baradja (1994) menyusun indicator pembelajaran yang suka mengambil resiko

1.     Tidak ragu mengambil unsure kebahasaan yang baru saja dipanjakan kepadanya

2.     Memiliki kemauan keras menggunakan pola-pola yang dianggap rumit

3.     Berani mengutarakan isi hatinya meskipun sangat mungkin membuat kesalahan.

4.     Cenderung berlatih dulu secara pelan-pelan sebelum berlatih drngan keras.

Umumnya pembelajar B2 cenderung lebih berani mengambil resiko apabila mereka berhadapan dengan penutur asli.

 

Sumber referensi

Baradja. M.F (1994). Memperkenalkan Pemerolehan Bahasa Kedua. Dalam Jurnal Pendidikan Humanioran dan Sains. Nomor 1/1/September 1994. Hal. 3-12  

Suhartono, dkk. (2023). Psikolinguistik. Tanggerang Selatan: Universitas Terbuka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna Lagu One More Chance "Super Junior"

SUSUNAN SOAL KETRAMPILAN BERBICARA MURID SMA (FORMAT PENILAIAN KOMPONENEN BERBICARA DAN PEDOMAN PENSKORAN NILAI)

Kesenian Jaranan "Turonggo Joyo Saputro" Wates-Kediri Jawa Timur