Apresiasi puisi “Senyum Pahlawanku” karya Agung Nuryanto menggunakan struktur batin puisi
Apresiasi puisi “Senyum Pahlawanku” karya Agung Nuryanto menggunakan struktur batin puisi
Struktur batin puisi merupakan struktur pembangun puisi yang membangun dari dalam. Struktur batin puisi dapat dikatakan sebagai isi atau makna yang mengungkapkan apa yang hendak dikemukakan oleh penyair (Kamilah, dkk. dalam Anggraini dan Aulia, 2016). Struktur batin puisi terbagi menjadi empat, yaitu tema, rasa, nada, dan amanat
a. Dalam pembacaan karya puisi dengan tema kepahlawanan ini pembaca mengalami keterlibatan jiwa, dimana pembaca mencoba memahami puisi dengan cara membayangkan, turut memikirkan, serta merasakan apa yang dibayangkan, dipikirkan, dan dirasakan puisi yang dibacakan tersebut. Makna puisi yang dibacakan itu adalah tentang semangat perjuangan pahlawan yang tak mengenal lelah untuk membela negeri. Namun kondisi di Indonesia saat ini nampaknya berbeda dengan harapan. Situasi bangsa harus menunjukkan bahwa perjuangan Pahlawan tidak boleh sia-sia dan berjanji agar memperbaiki negeri ini.
b. Amanat yang terkandung dalam puisi yang dibacakan tersebut ialah kita harus memperbaiki Negara yang kacau ini dengan meneladani sikap para pahlawan yang senantiasa semangat memperjuangkan bangsa ini
c. Rasa atau suasana dirasakan oleh pembaca saat membaca puisi tersebut ialah rasa kekecewaan, sedih, tidak enak hati, tentang perjuangan Pahlawan yang sia-sia karena beberapa sikap oknum negeri. Rasa sedih mewakili rakyat kecil yang diperlakukan semena-mena oleh budaya korupsi petinggi negeri.
d. Nada penyaluran sikap pembaca yang berhubungan dengan tema dan rasa yang disampaikan. Dalam puisi ini terdapat tiga nada, yaitu nada mengkritik, bertanya, dan kebingungan.
Referensi:
Kamilah, et. al. (2016). Puisi Siswa Kelas VIII A MTs Al-Khairiyah Tegalinggah: Sebuah Analisis Struktur Fisik Dan Batin Puisi. Universitas Pendidikan Ganesha, 4(2), 1–10
Komentar
Posting Komentar