Cerpen "Tirai Patah"
Tirai Patah Oleh: Septiya Ajeng Tri Rahayu Hari yang melelahkan setelah banyak rutinitas, apa kabar dengan tubuh yang lemah ini? Nampaknya badanku terasa letih karna terlalu banyak pekerjaan kantor yang menumpuk. Aku menghela nafas dan berfikir apakah perempuan tua sepertiku akan bahagia dengan pekerjaan saja, aku bahkan menginginkan seseorang mengenakan cincin ke jari manisku. Lamunanku pecah aku mulai berkonsentrasi akan jari-jari tanganku untuk mengetik laporan yang harus diserahkan besok. Ya namaku Arendelle gadis tua berusia 34 tahun, aku masih lajang semenjak hubungan percintaanku yang gagal 2 tahun silam, merasa trauma dan berfikir untuk hidup sendiri saja. Menaiki mobil menyetir sendiri lebih menyenangkan ketimbang ada yang mengantar jemput kemana-mana, layaknya supir aku sendiri bisa menjadi supir. Aku juga bisa mengangkat tas koperku sendiri meskipun berat aku merasa kuat dan tidak memerlukan seseorang untuk membawakanya. Dirumah aku juga bisa menge...